TipsPrediksi
Prediksi Skor Bola & Berita Terbaru berbagai kancah Liga Dunia tersajikan disini, seperti Liga Champions, Eropa, Inggris, Spanyol, Italia dan Prancis.

Gagal Total di Monaco Tak Bikin Henry Kapok Melatih

69

Tipsprediksi.net – Thierry Henry dikenal sebagai legenda kala berkarier sebagai pemain. Bersama Arsenal dan Tim Nasional Perancis, gol-gol dan pencapaiannya akan selalu terkenang.

Setelah pensiun pada akhir 2014, Henry sempat melanjutkan karier untuk menjadi pandit. Per 2018, ia memutuskan untuk kembali ke lapangan sebagai pelatih dengan menukangi klub yang pernah diperkuatnya sebagai pemain, AS Monaco.

Akan tetapi Thierry Henry gagal total di kesempatan pertamanya sebagai pelatih. Pria yang kini berusia 42 tahun itu dipecat dipecat pada 24 Januari 2019 setelah hanya menang empat kali dari total 20 pertandingan yang dipimpinnya. Monaco saat itu menempati urutan 19 klasemen sementara.

Saat ini Henry masih menganggur. Tapi pemain yang pernah membela Juventus dan Barcelona ini masih percaya diri bahwa dia bisa sukses sebagai pelatih seperti kala ia menjalani karier sebagai pemain. Kegagalannya di Monaco tak membuatnya kapok.

“Sebut aku gila kalau kamu ingin. Aku cinta sepakbola dan aku masih percaya kalau aku masih bisa menjadi pelatih hebat,” kata Henry pada The Telegraph. “Aku tidak memikirkan kegagalan. Aku tidak mudah menyerah.”

“Aku suka memimpin dan tugasku untuk mewujudkan itu. Hal yang sama ketika aku gabung dengan Arsenal sebagai pemain, sebagai asisten pelatih. Ini sebuah evolusi,” sambung pria yang sempat menjadi asisten pelatih Roberto Martinez di Tim Nasional Belgia itu.

Henry mengakui bahwa sudah ada beberapa tawaran melatih yang masuk. Namun tawaran yang ada belum membuatnya tertarik. Ia masih menunggu tawaran lain yang sesuai dengan keinginannya.

“Teleponku tidak berdering selama 4 bulan setelah aku meninggalkan Monaco. Sekarang tiba-tiba aku mendapatkan 5 panggilan. Beberapa di antaranya bukan yang aku inginkan, beberapa tim lain cuma menjadikanku pilihan kedua (asisten pelatih).”

“Tawaran yang menarik tapi aku tak bisa meninggalkan stafku. Aku punya staf yang sedang tidak bekerja untukku, lalu bagaimana aku mengatakannya pada mereka? Aku tidak ingin menjadi pilihan kedua, aku ingin menjadi nomor satu,” ujar Henry.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!